2019-04-26


Adat Pernikahan di Kabupaten OKU


1. Terbangan
    Terbangan adalah sejenis peralatan musik yang hanya di mainkan pada saat ritual acara pernikahan, yang mana para pemain terbangan sambil memukul alat musik tersebut, mereka mengiring atau mengantar mempelai pria menuju kerumah mempelai wanita, atau sering juga disebut acara mengarak pengantin.


2. Rebana
    Rebana adalah sejenis musik yang bernuansa islami yang biasanya dimainkan pada saat hari-hari besar islam atau acara yang bernuansa islami.


3.Ningkuk
    Ningkuk merupakan acara apertemuan bujang dan gadis di suatu tempat acara yang sedang punya hajat. Sudah menjadi tugas bujang untuk menjemput gadis dirumahnya masing-masing untuk di ajak ke acara tersebut, karena acara di adakan pada malam hari, bujang membawa lampu colok/obor sebagai alat penerang. Pada saat itulah bujang dan gadis punya kesempatan bergaul, bersenda gurau mencari pasangannya masing-masing mereka saling berkirim surat untuk mendapatkan gadis yang di inginkan.


4. Madik
    Madik adalah pada saat sepasang remaja saling jatuh cinta, sebelum memasuki jenjang yang lebih serius maka kedua belah pihak terutama pihak laki-laki harus menjaga sikap dan perangai sebaik mungkin mulai dari tingkah laku, ketaatan ibadah serta kepribadian yang disebut istilah Madik.


5. Seganian
    Adalah merupakan acara adat berbalas pantun yaitu pada saat acara ikatan atu tunangan orang tua bujang mengutus salah satu keluarga untuk berkunjung kerumah gadis dengan menggunakan kata sindiran yang intinya menayakan apakah bunga yang di dalam rumah sudah ada yang memilikinya, jika belum pihak bujang (berbasa-basi) kami akan meminangnya, setelah ada kata sepakat pihak bujang membawa sehelai kain panjang tanda ikatan untuk gadis dari keluarga bujang.


6. Sekapur Sirih
    Adalah merupakan ada pada saat orang tua gadis menerima lamaran sesuai dengan hari yang di tentukan pihak bujang dan sanak keluarga akan datang bertandang/berkunjung dengan membawa gegawan berupa dodol/wajik, juadah, kopi gula yang diletakan di atas nampa. Ditambah dengan dua buah kelapa yang baru tumbuh sebagai lambang keharmonisan untuk merekatkan cinta, selain dari pada itu menyediakan daun sirih dan pinang yang diletakan di carana yang terbuat dari kunigan untuk di sungguhkan dan disantap oleh pihak wanita sebagai pembuka kata.


7. Akad Nikah

a. Acara Suap-suapan

    Acara suap-suapan yaitu acara adat sebagai lambang kasih sayang orang-orang terdekat kedua mempelai dengan cara memberikan suapan makanan kepada kedua mempelai dengan diiringi dengan pantun-pantun yang mendoakan agar kedua pengantin hidup rukun dan damai dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Biasanya pengantin di dudukan di atas sebuah kasur yang diibaratkan sebuah bahtera. Kedua mempelai duduk beriringan, pengantin pria duduk dibelakang sebagai pendayung dan pengantin wanita duduk di depan sebagai (Pengendali), hal ini melambangkan sepandai-pandainya suami mencari nafkah, rezeki namun apabila sang istri tidak bisa mengendalika rumah tangganya akan hancur (Karam).


b. Acara Nyelimut Dusun

    Acara Nyelimut Dusun adalah acara adat yang melambangkan kasih sayang orang tua terhadap anak mereka yang berisikan pantun-pantun pujian untuk kedua mempelai yang di akhiri dengan ucapan “Kursemangai” yang artinya permohonan supaya mempelai bisa diterima di keluarga dan betah serta hidup rukun dan damai.


c. Acara Munggah

    Acara Munggah Adalah acara adat yang merupakan acara puncak akhir dari suatu pernikahan dari rangkaian kegiatan yang sudah di lalui sebelumnya, yang di awali dengan arak-arakkan. Yang mana orang tua dari pengantin wanita sudah menunggu di depan untuk menyambut kedua mempelai dengan selendang besar yang diselimutkan ke pengantin untuk menuju singgah sana pelaminan bak Ratu dan Raja.