BAHASA




Bahasa yang dipakai sehari-hari di Kota Baturaja pada Umumnya memakai Bahasa Ogan dan Bahasa Palembang. Di Kabupaten Ogan Komering Ulu berdomisili bermacam macam suku yaitu sebagai berikut :


1. Suku Ogan : Suku asli Baturaja,berada di seluruh wilayah Ogan Komering Ulu
2. Suku Komering : Sebagian berada di Batumarta, Kota Baturaja, Lengkiti, dan Sosoh Buah Rayap
3. Suku Tionghua : berada di kota Baturaja,masuk ke baturaja sebelum masa belanda
4. Suku Lampung : berdomisli di Kota Baturaja
5. Suku Jawa & Bali : Kota Baturaja, Semidang Aji, Peninjauan, Sinar Peninjauan, dan sekitarnya
6. Khusus Suku Jawa yang ada di desa Lubuk rukam Kecamatan Peninjauan disinyalir sudah ada sejak th 1556 M. Oleh Pemerintah Kabupaten OKU sudah ditetapkan sebagai tahun berdirinya desa Lubuk rukam
7. Suku Daya : Lengkiti
8. Suku Batak : berdomisili di hampir setiap wilayah Baturaja OKU
9. Suku Padang : berdomisili di kota baturaja dan beberapa Kecamatan sekitarnya.

Dengan beragamnya suku yang tinggal di Baturaja, maka beragam pula bahasa yang digunakan. Namun demikian sebagai bahasa pemersatu biasanya digunakan bahasa Daerah Aslinya yaitu BAHASA OGAN, Bahasa Palembang dan Bahasa Indonesia. Bahasa Ogan bakunya memakai aksara Ulu atau aksara kuno KAGANGA. Aksara kaganga merupakan aksara yang tergabung dalam rumpun Austronesia. Ia berkerabat dengan aksara Batak dan Bugis. Itu sebabnya bentuk kaganga yang seperti paku runcing mirip aksara Batak, Bugis, atau Lampung.


Aksara Batak atau Surat Batak juga berkerabat dengan kelompok Surat Ulu akan tetapi urutannya berbeda. Diperkirakan zaman dahulu di seluruh pulau Sumatra dari Aceh di ujung utara sampai Lampung di ujung selatan, menggunakan aksara yang berkerabat dengan kelompok aksara Kaganga (Surat Ulu) ini. Tetapi di Aceh dan di daerah Sumatra Tengah (Minangkabau dan Riau), yang dipergunakan sejak lama adalah huruf Jawi.


Perbedaan utama antara aksara Surat Ulu dengan aksara Jawa ialah bahwa aksara Surat Ulu tidak memiliki pasangan sehingga jauh lebih sederhana daripada aksara Jawa, dan sangat mudah untuk dipelajari . Aksara Surat Ulu diperkirakan berkembang dari aksara Pallawa dan aksara Kawi yang digunakan oleh kerajaan Sriwijaya di Sumatra Selatan.