GOA-GOA YANG TERMASUK WILAYAH GOA PUTRI ADALAH GOA PUTRI, GOA PENJAGAAN, GOA LUMBUNG PADI, GOA KARANG PELALUAN




1. Goa Putri


Goa Putri merupakan tujuan utama wisatawan yang berkunjung ke objek wisata Goa Putri. Goa ini mempunyai beberapa pintu masuk yang bernama Goa Penjaga dan Goa Lumbung Padi. Objek wisata tersebut telah dilengkapi dengan fasilitas wisata yang cukup memadai berupa lampu-lampu yang menerangi Goa, panggung, shelter, toilet, dan mushala, dan tempat parkir. Sarana dan prasarana objek wisata ini telah ditingkatkan dengan pembangunan tempat parkir yang lebih luas dari sebelumnya, Museum Si Pahit Lidah, rumah singgah, gerbang selamat datang, dan pelebaran jalan aspal menjadi 4 meter.


Goa Putri merupakan gabungan antara cave dan ceruk (rock shelter). Mulut Goa memiliki tinggi 5 meter dan panjang Goa sekitar 350 meter dengan lorong-lorong yang berkelok-kelok. Di dalam goa mengalir Sungai Semuhun dengan lebar sekitar 1 - 1,5 meter dan kedalaman 0,5 - 2 meter. Sungai ini mengalir di dalam goa dan keluar tepat di mulut goa. Sampai saat ini Goa Putri hanya memiliki dua pintu masuk yang resmi dibuka, yaitu di sisi depan dan sisi belakang. Pada bagian luar dinding goa terdapat ceruk-ceruk dengan lebar 0,5 - 1 meter. Hasil ekskavasi dibagian teras Goa Putri menemukan alat-alat batu yang termasuk kategori kapak genggam, proto kapak genggam, kapak perimbas, pahat genggam, serut samping, dan batu inti. Ditemukan alat batu obsidian berupa serpih, sisa-sisa moluska, fragmen tulang binatang, dan fragmen gerabah.


2. Goa Penjagaan


Goa Penjagaan merupakan salah satu goa yang masih bagian dari Goa Putri. Goa ini terletak lebih tinggi sekitar 25 meter di atas Goa Lumbung Padi. Jalan menuju goa ini adalah belok ke kiri sebelum jalan menuju Goa Puteri. Goa Penjagaan menghadap ke Timur Laut dan mempunyai lubang tembus ke Barat Daya dan Timur. Mulut Goa Penjagaan tingginya 3,4 meter dengan lebar 4,32 meter. Panjang goa dari depan ke belakang sekitar 60 meter. Kondisi di dalam goa tidak terlalu gelap dan pengap karena terdapat dua buah lubang dimana sinar dan udara dapat masuk ke dalamnya. Lantai goa sebagian besar berupa tanah endapan. Dinding goa masif dan kering dengan stalaktit dan stalakmit sedikit dan hanya berukuran 25-100 cm. Beberapa diantaranya masih meneteskan air. Hasil ekskavasi yang dilakukan Balai Arkeologi Palembang pada tahun 2004 menemukan fragmen gerabah, fragmen tulang, kulit kerang, fragmen keramik, fragmen kerang.


3. Goa Lumbung Padi


Keletakan goa ini tidak jauh dari mulut Goa Penjagaan. Goa ini mempunyai pintu masuk di sebelah Timur. Kondisi goa cukup kering dengan sinar matahari yang cukup menerangi bagian dalam. Pintu masuk Goa tingginya 9 meter dan lebar 25 meter. Di dalam goa terdapat stalaktit dan stalakmit dengan lorong yang tembus keluar dengan pintu menghadap ke Selatan. Hasil Ekskavasi pada bagian teras dan tengah goa menemukan fragmen-fragmen moluska, tulang, gerabah, keramik, alat serpih, dan fosil kayu.


4. Goa Karang Pelaluan


Goa ini terletak di sebelah Timur dari Goa Putri. Untuk sampai ke Goa ini harus melalui jalan terabasan yang menanjak dengan melewati semak belukar dan hutan sejauh kurang lebih 800 meter. Goa terletak di tebing sebuah perbukitan karst yang memanjang pada arah barat laut-tenggara dengan dua buah pintu berhadap-hadapan. Pintu yang paling lebar dan besar terletak di bagian bawah, menghadap ke arah barat laut, sedangkan pintu kedua, dibagian atas, menghadap ke arah tenggara. Keberadaan boulder-boulder gamping yang menampak di sebagian besar ruangan Goa menunjukkan adanya reruntuhan atap yang dahsyat dalam proses pembentukan Goa di masa lampau. Kondisi ini menjadikan sebagian besar lantai Goa dipenuhi oleh boulder-boulder dan hanya sebagian kecil, terutama dibagian timur laut dan barat daya menampakkan lantai tanah.


Hasil test spit tahun 2007 yang dimulai dengan pembersihan kotak menemukan tulang dari mamalia kecil, moluska, dan beberapa material litik. Material litik yang ditemukan terdiri atas 1 fosil kayu, 1 jasper, 15 gamping, 8 andesit, 7 chert, dan 2 obsidian. Ekskavasi hingga kedalaman 225 cm terdiri dari sisa fauna jenis mamalia, bintang pengerat, kelelawar, serta jenis mikro fauna lainnya dengan kualitas yang jarang. Sisa industri litik berupa bahan jasper, chert, andesit, fosil kayu, dan obsidian. Kegiatan ekskavasi pada tahun 2008 menemukan tembikar, artefak litik, sisa fauna dan biji-bijian, sisa pembakaran, dan alat-alat paleolitik.