GOA-GOA YANG TERMASUK WILAYAH GOA SELABE ADALAH GOA SELABE 1, GOA SELABE 2, GOA SELABE 3, GOA KARANG BERINGIN, GOA PANDAN




1. Goa Selabe 1


Selabe dalam bahasa setempat berarti pondok. Goa ini memiliki beberapa kriteria yang membuatnya nyaman untuk dijadikan sebagai tempat tinggal atau tempat singgah. Goa ini memiliki beberapa mulut, dan salah satu mulutnya bertengger pada dinding tebing di atas sungai Air Raman. Beberapa mulut yang berada berdekatan satu sama lain, menjamin kecukupan sirkulasi udara dan penerangan bagi siapapun yang tinggal di dalamnya. Permukaan lantai di sekitar pintu masuk selatan kering dan rata (sebelum dilakukan ekskavasi). Batuan penyusunnya adalah batugamping terumbu yang sangat mudah larut.


2. Goa Selabe 2


Goa Selabe 2 memiliki ruangan yang luas dengan lantai Goa kering dan datar. Ruangan luas ini tersekat menjadi dua ruangan oleh barisan stalaktit yang tumbuh berjajar mengikuti arah kelurusan rekahan pada atap Goa. Secara umum lorong Goa Selabe 2 tergolong sebagai lorong fosil, yang artinya pertumbuhannya sudah terhenti atau sangat melambat. Demikian juga dengan pertumbuhan sebagiani ornamen di dalamnya, meski terdapat pula aktivitas pertumbuhan stalagmit pada beberapa tempat.


Lapisan soil yang dijumpai di lorong Goa Selabe 2 ini cukup tebal, kuang lebih 2 meter, menunjukkan lorong ini pernah digenangi air. Lorong Goa ini lebih dulu terbentuk daripada lorong Goa Selabe 3 yang berada di bagian bawah. Barangkali Goa Selabe 2 ini yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan di antara anggota kompleks Selabe yang lain. Setidaknya demikian bila kita menggunakan jumlah sampah yang ditemui di dalam ruang Goa sebagai indikator. Dari sekian banyak peninggalan manusia modern di dalam Goa ini, hampir seluruhnya berupa bungkus makanan dan minuman keras.


3. Goa Selabe 3


Goa Selabe 3 memiliki lorong yang masih aktif berproses akibat dari aktivitas sungai yang mengalir di dalamnya. Terdapat lorong bertingkat sepanjang kurang lebih 45 meter, sungai mengalir melalui lorong bawah. Keberadaan lorong bertingkat ini menunjukkan proses tektonik berupa pengangkatan yang pernah terjadi di kawasan karst ini pada masa lampau. Selain Pintu masuk yang diidentifikasikan sebagai mulut Goa Selabe 3, pada lorong utama yang memiliki panjang 277 meter, terdapat beberapa cabang, tiga di antara cabang-cabang ini berhubungan dengan permukaan, barangkali ketiga mulut Goa yang berhubungan dengan lorong utama Goa Silabe 3 ini yang diidentifikasi sebagai Goa Silabe 4, Selabe 5, dan Selabe 6 oleh para peneliti dari Puslit Arkenas pada tahun 2003 dan 2004.


Mulut Goa Silabe 4 dan Selabe 5 merupakan satu rangkaian yang terhubung dengan lorong utama Selabe 3. Namun lorong yang menuju mulut Goa Selabe 6 belum dipetakan karena posisinya yang sulit dijangkau dan waktu yang terbatas. Goa ini berjarak 277 meter dari mulut Goa Selabe 3, lorong Goa berakhir pada sebuah mulut Goa yang barangkali telah terdata sebagai Goa Selabe 7. Di hadapan mulut Goa Selabe 7, terdapat satu mulut Goa lagi yang belum teridentifikasi. Goa Selabe dan Goa yang ada di hadapannya tersebut sebenarnya merupakan satu rangkaian lorong yang terbentuk oleh aliran sungai yang sama. Runtuhnya atap Goa pada suatu masa telah membentuk suatu karst window yang memisahkan lorong Goa tersebut menjadi dua bagian.


Aktivitas hidrologi di dalam lorong Goa Selabe 3 masih cukup tinggi hingga saat ini. Dijumpai setidaknya dua inlet pemasok air dari dinding sisi kanan Goa. Pada atap Goa, terdapat jajaran stalaktit yang polanya mengikuti kelurusan rekahan. Secara umum Goa ini terbentuk oleh aktivitas sungai permukaan dan runtuhan. Hewan yang dijumpai adalah kelelawar. Goa Selabe telah dieksplorasi dalam penelitian arkeologis dengan ditemukannya rangka manusia dan tinggalan arkeologis lainnya.


4. Goa Karang Beringin


Lokasi goa Karang Beringin terletak sekitar 200 meter arah utara Goa Pondok Selabe atau berada pada posisi sekitar 75 meter arah Tenggara Goa Pandan. Di depan Goa tumbuh pohon besar. Orientasi goa memanjang ke arah Barat Laut-Tenggara dan di bagian dalam melebar. Goa mempunyai dua buah pintu masuk di sebelah Tenggara dan Timur Laut. Lubang pintu masuk di sebelah Tenggara berukuran lebar 3,5 meter dan tinggi 7 meter. Bagian atap pintu masuk berlubang sehingga sinar matahari dapat masuk dan menerangi ruangan dalam. Pintu kedua berukuran lebar antara 40 – 70 cm dan tinggi 4 meter. Ruangan Goa berukuran 18 x 40 meter. Temuan permukaan menemukan fragmen keramik, gerabah, serpih rijang, batu pukul dari andesit dan moluska yang sangat melimpah.


5. Goa Pandan


Situs Goa Pandan termasuk dalam jajaran Bukit Sayak dirunutan pegunungan kapur (karst) Bukit Barisan dengan ketinggian sekitar 180 meter di atas permukaan laut. Goa Pandan memiliki panjang 27 meter yang di ukur dari mulut goa bagian barat dan timur dan lebar 16,5 meter. Mulut yang terdapat di bagian timur terlihat seperti dua bagian karena terpisah oleh pilar dengan ketinggian maksimal 3,40 meter. Mulut goa bagian barat lebih kecil dengan ketinggian sekitar 1 meter. Mulut goa ini sulit dilewati karena sempit akibat runtuhan langit goa. Lantai goa relatif datar serta keadaan lantai goa yang kering. Pada sisi utara dan selatan goa terdapat bekas galian yang dilakukan oleh Pusat Arkeologi Nasional bekerja sama lemabaga dari Perancis IRD pada tahun 2004. Kotak gali di sisi utara berukuran 2 x 2 meter. Kotak bagian tengah goa juga berukuran 2 x 2 meter. Kotak bagian selatan memanjang barat timur dengan ukuran kurang lebih 10x 2 meter.