Assalamu’alaikum Warahmatullahi wabarakatu

 

Alhamdulillah syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, berkat kerja sama Tim Penyusunan Database Kebudayaan Kabupaten OKU yang ditetapkan dengan Keputusan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten OKU tanggal 11 Januari 2019 Nomor 430/ 041 /KPTS/XXXVI.5/2019. Akhirnya berhasil Membangun Website Kebudayaan OKU menggunakan PHP dan MYSQL.

 

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan OKU Khususnya “BIDANG KEBUDAYAAN” berusaha menyajikan Data-data Kebudayaan Daerah Kab.OKU dan melestarikan Nilai-nilai Budaya yang dimiliki oleh Kabupaten OKU agar tidak tergerus oleh arus moderenisasi.

 

Dalam hidupnya, manusia tak pernah lepas dari kebudayaan dan adat istiadat. Budaya juga berfungsi sebagai identitas dan ciri khas. Untuk itu, keberadaannya amatlah penting. Tak heran jika setiap kelompok atau golongan masyarakat tertentu memiliki Budayanya yang berbeda beda.

 

Kata Kebudayaan diambil dari Bahasa Sansekerta, yakni “ Buddhaya” yang artinya adalah hal-hal yang memiliki arti budi dan akal manusia. Secara garis besar maksudnya adalah dengan budi dan akal manusia dapat melangsung kehidupan. Budaya bersifat turun temurun dari generasi ke generasi terus diwariskan.

 

Pengertian secara umum tentang budaya dapat beraneka macam. Akan tetapi, berakhir pada intinya yang hanya satu yaitu cara hidup yang dimiliki bersama oleh kelompok masyarakat tertentu. Terbentuk dari banyak unsur dan menyeluruh. Walaupun tidak ada aturan tertulisnya, budaya dapat bersifat memaksa sekaligus memberikan pedoman untuk berperilaku supaya kehidupan lebih bermartabat dan bersahaja.

 

Kebudayaan merupakan hasil dari karya cipta, rasa, dan karsa manusia. Lingkupnya mencakup banyak aspek kehidupan seperti hukum, keyakinan, seni, adat atau kebiasaan, susila, moral, dan juga keahlian. Kehadirannya mampu mempengaruhi pengetahuan seseorang, gagasan, dan ide meskipun budaya berwujud abstrak.

 

Kebudayaan itu sendiri didalamnya mengandung berbagai bagai macam Unsur unsur sebagai berikut :

 

1. Unsur Bahasa

 

Bahasa merupakan cara ucap manusia. Pengucapan yang elok dan merupakan salah satu elemen yang sudah menjadi tradisi. Terus menerus diturun temurunkan sehingga antar manusia di suatu kelompok atau daerah atau bangsa dapat melakukan komunikasi dengan cara mereka sendiri. Bahasa juga digunakan untuk mengadaptasi tradisi. Dibagi menjadi dua, yaitu bahasa ucapan dan bahasa tulisan. Contohnya, di Indonesia terdiri dari banyak pulau, adat, suku, dan kelompok etnis. Ada Jawa, Bugis, Dayak, Batak, dan lain – lain. Dari masing – masingnya itu mempunyai bahasa sendiri – sendiri dan berbeda dari bahasa yang lainnya.

 

2. Unsur Sistem Kepercayaan

 

Sistem ini sangat penting karena merupakan salah satu yang dijadikan pegangan oleh manusia dalam menjalani kehidupannya. Selain itu, kepercayaan juga akan menghubungkan manusia dengan penciptanya, membuat hal – hal yang terlihat mustahil bisa diterima akal sebagai wujud keajaiban dan anugrah dari Tuhan.

 

3. Unsur Ilmu Pengetahuan

 

Sistem pengetahuan dibutuhkan dalam kebudayaan untuk memenuhi rasa ingin tahu manusia terhadap suatu hal. Ilmu ada bermacam – macam dan memiliki peran tersendiri di setiap bidangnya. Dengan adanya ilmu pengetahuan kehidupan manusia bisa terbantu dan lebih maju dari waktu ke waktu. Tanpanya, kehidupan tidak akan berlangsung sampai seperti hari ini.

 

Sistem ilmu pengetahuan dibagi ke dalam lima hal:

 

a. Ilmu Pengetahuan Alam

 

Alam yang ditempati oleh manusia ini begitu luas. Tak hanya bumi saja, tetapi sejagat raya. Untuk itu, ilmu alam sangat penting, supaya keteraturan tempat tinggal manusia ini bisa dijaga. Di dalamnya terdapat pengetahuan tentang bumi, astronomi, gejala alam, dan lain – lain. Ilmu alam pada masa dulu diperoleh dengan cara bertani, berburu, berlayar, dan kegiatan sehari – hari lainnya.

 

b. Pengetahuan Tumbuhan

 

Ilmu pengetahuan ini pada dasarnya sama dengna ilmu pertanian. Pengetahuan mendasar yang semua orang tahu tentang tumbuhan adalah tumbuhan ada untuk menjadi pelengkap dan dijadikan bahan makanan untuk bertahan manusia maupun hewan.

 

c. Pengetahuan Binatang

 

Tidak berbeda jauh dari tumbuhan, dalam kebudayaan manusia dimanapun kehadiran hewan di muka bumi ini untuk menunjang keberlangsungan kehidupan manusia. Untuk bahan makanan, kesenangan, teman, dan peliharaan. Ilmu pengetahuan di dalamnya mencakup bagaimana cara berburu hewan, melestarikan hewan, ilmu nelayan, dan bagaimana cara terbaik untuk bisa memanfaatkannya

 

d. Pengetahuan Tubuh Manusia

 

Pengetahuan tubuh manusia pada dasarnya diguakan untuk menganalisis tentang kesehatan manusia. Dengan mengetahui struktur tubuh, letak organ, susunan tulang, dan uratnya penyakit lebih mudah untuk diidentifikasi. Dengan begitu pertolongan pertama dapat segera diberikan untuk mencegah penyakit menjadi lebih parah.

 

e. Pengetahuan Sifat dan Tingkah Laku Manusia

 

Hal ini diperlukan agar kehidupan dapat terjaga kedamaiannya. Melalui analisis tingkah laku, manusia satu dengan yang lainnya dapat saling memahami. Meskipun ada beberapa sifat dan tingkah laku manusia yang sifatnya alami, budaya turut mengatur melalui nilai – nilai norma, adat isitadat, hukum adat, dan peraturan tertentu yang telah disepakati secara turun temurun.

 

f. Pengetahuan Ruang dan waktu

 

Pengetahuan ini mempunyai fungsi untuk menghitung, mengukur, dan melakukan penanggalan. Contohnya adalah untuk menentukan bulan, tanggal, dan tahun. Pada kebudayaan Jawa, contohnya untuk menentukan pasaran seperti Kliwon, Legi, dan Wage.

 

4. Unsur Teknologi

 

Hadirnya sistem ini menjadi sistem peralatan dan perlengkapan manusia dalam menjalani hidupnya. Koentjaraningrat membagi macam – macam teknologi menjadi alat – alat produksi, wadah, senjata, makanan, minuman, pakaian, rumah, dan transportasi. Sistem teknologi yang dilihat hari ini merupakan perkembangan dari teknologi masa lalu yang sifatnya sederhana. Contohnya, dahulu kapak potong sudah merupakan teknologi canggih, kini telah tergantikan dengan mesin potong yang sudah bekerja otomatis. Dahulu rumah hanya berbentuk gubug dan cukup untuk bisa berteduh saja. Kini rumah telah berkembang menjadi gedung dan hotel.

 

5. Unsur Kemasyarakatan / Kekerabatan

 

Sistem kekerabatan sangat kental dalam unsur ini. Sistem kemasyarakatan masih digunakan manusia hingga sampai sekarang untuk bersosialisasi dan menjalin hubungan. Hingga saat ini, ada beberapa wilayah dan negara yang memakai sistem kekerabatan seperti Amerika Latin, Afrika, dan Oseanis. Menurut L.H Morgan, ada beberapa macam sistem kekerabatan yaitu garis parental (keturunan ayah dan ibu), garis alternered yang mengajarkan bahwa perempuan dan laki – laki berkedudukan sama, dan garis keturunan ibu yang mana kedudukan perempuan lebih tinggi dari laki – laki.

 

6. Unsur Ekonomi / Mata Pencaharian

 

Sistem Ekonomi kebudayaan Indonesia secara garis besar terdiri dari berburu dan meramu, beternak, bercocok tanam, menangkap ikan, dan sistem irigasi atau pengairan. Hingga sekarang sistem ini berkembang lagi. Misalnya adalah, dari bercocok tanam atau bertani, berlanjut kepada sistem perdagangan dan bisnis pengolahan makanan

 

7. Unsur Kesenian

 

Seni merupakan suatu ekspresi terhadap keindahan. Koentjaraningrat membagi seni menjadi dua yaitu seni rupa dan seni suara. Seni masih bisa dibagi menjadi bermacam – macam tak hanya dua jenis itu saja, masih ada seni musik, seni tari, seni terapan, seni murni, dan lain – lain. Seni juga merupakan bagian dari kebudayaan, contoh nyatanya adalah peran seni musik, seni rupa, dan tari dalam upacara adat.

 

Kebudayaan Daerah mempunyai ciri ciri khas yang dimilikinya yaitu sebagai berikut :


a. Terdapat peninggalan sejarah
b. Adanya unsur kepercayaan
c. Terdapat bahasa dan seni khas daerah
d. Dianut oleh penduduk dalam daerah tersebut
e. Terdiri dari unsur kebudayaan tradisional dan kebudayaan asli
f. Memiliki adat istiadat
g. Bersifat kedaerahan

Serta mempunyai Wujud Kebudayaan yang terbagi atas beberapa hal yaitu :


1. Nilai Budaya

Nilai – nilai ini dipelajari oleh masyarakat sejak kecil, sulit untuk digoyahkan dan menghasilkan gagasan di kemudian hari. Dapat berupa buah pikiran, tingkah laku, maupun benda – benda tertentu.


2. Sistem Budaya,

Sifatnya abstrak, dalam perwujudannya berpola dan berdasarkan sistem tertentu.


3. Sistem Sosial

Kebudayaan dalam sistem sosial sifatnya konkret dan dapat diabadikan. Sistem ini menggambarkan tingkah laku manusia yang terus berjalan dengan pola tertentu dan aturan tertentu.


4. Kebudayaan Fisik

Artinya memiliki bentuk dan bisa dilihat. Misalnya saja hasil budaya seperti candi, baju adat, gamelan, dan benda – benda sejarah lainnya. Kebudayaan Pada dasarnya berfungsi untuk mengatur masyarakatnya, tentang bagaimana harus bertindak dan menentukan sikap saat dihadapkan pada sesuatu, sehingga kehidupan menjadi lebih selaras. Fungsi lainnya yaitu:


a. Pedoman Hubungan manusia atau kelompok

Sebuah kelompok tertentu dapat berjalan dengan satu arah dan satu tujuan karena mempunyai kebudayaan yang sama.


b. Memenuhi Kebutuhan Masyarakat

Budaya bukan hanya persoalan adat istiadat, tapi juga pola perilaku. Termasuk dalam bagaimana masyarakat tersebut dapat bertahan hidup dengan memenuhi kebutuhan hidupnya. Seperti berkebun untuk masyarakat pegunungan dan para pencari ikan di daerah pesisir pantai. Keduanya bertahan hidup dengan kebudayaan dan tata caranya sendiri yang berfungsi sebagai pemenuhan kebutuhan hidupnya.


c. Mendorong Perubahan Masyarakat

Kebudayaan dapat digunakan untuk merubah masyarakat. Terutama berlaku untuk kebudayaan baru yang mulai masuk pada ranah masyarakat tertentu. Contoh arus moderenisasi yang masuk ke Indonesia, sedikit banyak merubah pola perilaku sebagian masyarakat yang menyukai kebudayaan tersebut. Baik diwujudkan dalam gaya hidup, bahasa, maupun kesenian.

 

Permasalahan umum yang telah diindentifikasi dapat disimpulkan menjadi 3 ( tiga ) aspek, yaitu aspek nilai, aspek fisik, dan aspek kebijakan.


1. Aspek Nilai

Nilai-nilai budaya dalam masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ulu sudah mulai tergerus arus modernisasi. Banyak tradisi yang sudah mulai ditinggalkan dan tidak lagi di praktekan, dan juga banyak tradisi yang mengalami benturan-benturan dengan nilai-nilai agama, kurangnya pemahaman dan makna sesungguhnya dalam setiap seni dan budaya lokal Kabupaten Ogan Komering Ulu yang sarat makna terutama pada generasi muda.


2. Aspek Fisik/aktifitas

Perkembangan zaman dan teknologi pada saat ini kurang diantisipasi guna menjaga kelestarian Kebudayaan lokal dan perkembangan teknologi modern belum bisa dioptimalkan guna mengembangkan kebudayaan lokal Daerah Ogan Komering Ulu. Disamping itu masih kurangnya sarana prasarana yang diperlukan dalam pengembangan kebudayaan, minimnya pelaku/praktisi seni budaya yang menguasai budaya lokal Ogan Komering Ulu, masih sedikitnya ruang expresi budaya dan program pengembangan budaya terutama melibatkan partispasi masyarakat.


3. Aspek Kebijakan

Pada aspek kebijakan perlu adanya intervensi Pemerintah Daerah dalam penyusunan Peraturan Daerah yang menangani urusan Pemajuan Kebudayaan di Kabupaten Ogan Komering Ulu. Dibutuhkan adanya pembentukan kelembagaan Pemajuan Kebudayaan, Alokasi Anggaran, untuk kembali menggairahkan budaya tradisi di Kabupaten Ogan Komering Ulu. Dirasa perlu melakukan kajian terhadap ekosistem alam yang mendasari banyak tradisi di Ogan Komering Ulu, terutama budaya yang berkaitan dengan hutan dan produk-produknya, serta Cagar Budaya Ogan Komering Ulu.

 

Dalam rangka perlindungan, pengembangan, pemanfaatan objek Pemajuan Kebudayaan, serta pembinaan terhadap sumber daya manusia, ditentukan rekomendasi umum yang menjadi skala prioritas rencana kerja Kabupaten Ogan Komering Ulu dalam pemajuan kebudayaan Kabupaten Ogan Komering Ulu antara lain :

 

1. Melestarikan bahasa daerah terutama bahasa ogan agar tidak hilang didalam kehidupan masyarakat Kabupaten OKU dengan cara menetapkan peraturan pemerintah Kabupaten OKU, dan melakukan penyusunan buku kamus bahasa daerah.

 

2. Melakukan penetapan terhadap Objek-objek yang diduga Cagar Budaya dalam Kabupaten OKU yang ditetapkan dengan Keputuan Bupati Ogan Komering Ulu melalui rekomendasi Tim Ahli Cagar Budaya ( TACB ) Kabupaten Ogan Komering Ulu, karena sampai saat ini belum penetapan Pemerintah terhadap Cagar Budaya yang ada di dalam Kabupaten Ogan Komering Ulu.

 

3. Mempertahankan, melestarikan, mengembangkan seni budaya tradisional yang ada di Kabupaten OKU, sebagai identitas seni budaya asli Ogan Komering Ulu. Mendorong partisipasi masyarakat dengan harapan dan tujuan seni budaya Ogan Komering Ulu bukan hanya tontonan ( hiburan ) akan tetapi dapat menjadi tuntunan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Ogan Komering Ulu.

 

Demikianlah Database Kebudayaan Kabupaten OKU kami susun dengan semaksimal mungkin, kami merasa disana sini masih banyak terdapat kekurangan-kekurangan, Insya allah kedepan akan menjadi bahan perbaikan dan penyempurnaan pada Penyusunan Pokok-pokok database Kebudayaan Kabupaten OKU selanjutnya. Semoga apa yang sudah dikerjakan akan membawa manfaat kebaikan bagi kemajuan kesenian, tradisi dan kebudayaan di Kabupaten Ogan Komering Ulu, akhirul kalam kepada segenap tim dan nara sumber yang terkait dalam penyusunan Data Base Kebudayaan Kabupaten OKU ini kami aturkan terima kasih.