1. PAKAIAN ADAT SUKU OGAN

Pakaian adat suku ogan sampai saat ini masih mengunakan pakaian adat palembang tetapi seiring jalannya waktu saat ini biarpun masih belum banyak masyarakat daerah ogan tau. tetapi alhamdulilah Suku ogan Asal Sumatera Selatan sudah punya busana adat asli suku Ogan Baturaja OKU.


Orang ogan adalah etnis masyarakat yang menempati wilayah di Kabupaten Ogan Komering Ulu. Suku Ogan ini terpecah menjadi dua yaitu Suku Ugan Ulu dan Suku Ogan Ilir. Suku Ogan ini merupakan suku asli pribumi Kabupaten OKU, Suku ugan Ulu tersebar di Kecamatan Baturaja Timur, Baturaja Barat, Pengandonan, Lengkiti, Ulu ugan dan Kecamatan Muarajaya, sedangkan Suku Ogan Ilir yaitu Kecamatan Lubuk Batang, Peninjauan dan Kedaton Peninjauan Raya dan sekitarnya. Belum diketahui pasti jumlah orang etnis ugan yang tersebar di Kabupaten OKU.


Bahasa yang digunakan adalah bahasa ugan, yang termasuk rumpun bahasa Melayu dengan gaya bahasa dialek ugan. Asal usul Ogan Istilah nama ugan sendiri tidak diketahui berasal dari mana, kemungkinan berasal dari salah satu marga suku Ugan. Yang membedakan dialeg Suku Ogan Ulu dengan Suku Ugan Ilur yaitu pada penekanan intonasi suku kata, kalo Suku Ogan Ulu Penekanan Intonasinya Padat, Berat dan Cepat, sedangkan dialeg pada Suku Ogan ilir penekanan intonasinya lembut, berayun dan sedikit agak lambat, hal ini konon kabarnya dipengaruhi oleh aliran air sungai yang membentangdari Ogan Ulu samppai ke Ogan Ilir.


Apabila dilihat dari adat-istiadat dan budaya suku kelompok masyarakat yang ulet dan dinamis. Sistem kepercayaan Mayoritas suku Ugan memeluk agama Islam. Sebelumnya orang Ugan menganut kepercayaan animisme dan dinamisme, yang bertahan lama sampai masuknya agama Islam ke wilayah ini. Saat ini sebagian besar orang Ugan telah memeluk agama Islam. Mata pencaharian Sebagian besar penduduk suku Ugan bermata pencaharian sebagai petani. Mereka bertani pohon karet dan kopi. Selain itu beberapa dari mereka bekerja sebagai buruh dan pekerja bangunan.




2. PAKAIAN ADAT KECAMATAN LENGKITI

Penjelasan Suku Daya Asal Sumatera Selatan. Pakaian adat daya sampai saat ini masih mengunakan pakaian adat palembang tetapi seiring jalannya waktu saat ini biarpun masih belum banyak masyarakat daerah daya tau tetapi alhamdulilah Suku Daya Asal Sumatera Selatan sudah punya busana adat asli Daya Lengkiti Baturaja OKU Sanggar Srikaton, Orang Daya adalah etnis masyarakat yang menempati wilayah di Kabupaten Ogan Komering Ulu dan Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan Provinsi Sumatera Selatan.


Suku daya tersebar di Kecamatan Baturaja Timur, Baturaja Barat, Simpang, dan Muara Dua. Menurut data statistik tahun 1998 penduduk Kecamatan Baturaja Timur 54.468 jiwa, Baturaja Barat 25.125 jiwa, Simpang 63.278 jiwa, dan Muaradua 77.208 jiwa. Dari jumlah belum diketahui pasti jumlah orang Daya, tetapi diperkirakan lebih dari 50.000 jiwa etnis daya yang tersebar. Bahasa Bahasa yang digunakan adalah bahasa Daya, yang termasuk rumpun bahasa Melayu dengan gaya bahasa dialek Daya.


Asal usul Daya Istilah nama Daya sendiri tidak diketahui berasal dari mana, kemungkinan berasal dari salah satu marga suku Komering, seperti marga Daya. Apabila dilihat dari adat-istiadat dan budaya suku Daya ini sepertinya masih berkerabat dengan suku Komering, yang juga tinggal di wilayah ini. W.V. Van Royen menulis dalam bukunya “ DePalembang Sche Marga (1927 ) menyebut kelompok masyarakat ini “ Jelma Daya “ yang berarti orang yang kuat/berdaya/gagah atau kelompok masyarakat yang ulet dan dinamis. Sistem kepercayaan Mayoritas suku Daya memeluk agama Islam.


Sebelumnya orang Daya menganut kepercayaan animisme dan dinamisme, yang bertahan lama sampai masuknya agama Islam ke wilayah ini. Saat ini walaupun sebagian besar orang Daya telah memeluk agama Islam, tetapi beberapa dari mereka masih mengamalkan kepercayaan lama mereka berupa kegiatan mistis dan mengandung unsur animisme dan dinamisme. Mata pencaharian Sebagian besar penduduk suku Daya bermata pencaharian sebagai petani. Mereka bertani pohon karet dan kopi. Selain itu beberapa dari mereka bekerja sebagai buruh dan pekerja bangunan.




3. PAKAIAN ADAT KOMERING

Pakaian adat kombering masih mengunakan pakaian adat palembang Menurut informasi penduduk dan cerita orang tua–tua setempat, Komering berasal dari bahasa India yang berarti PINANG, kerena sebelum abad ke IX daerah ini marak dengan perdagangan buah pinang, dengan pedagang dari India, sebagai bahan rempah – rempah.diantara jenis rempah lainya sebagai juragan Pinang.Kemudian juragan pinang yang berasal dari India tersebut dimakamkan di dekat pertemuan sungai Selabung dan Waisaka, di hulu Kota Muara Dua.


Dari tempat makam tersebut mengalir sungai sampai Ke muara ( Minanga ), sehingga mulai saat itu semua penghuni di sepanjang pinggiran sungai tersebut dinamakan Orang Komering dan daerahnya dinamakan Daerah Komering. Sedangkan menurut cerita turun-temurun yang tersimpan dalam masyarakat suku Komering, bahwa pada sebuah ceritera rakyat yang mengatakan bahwa nenek moyang Komering dan nenek moyang orang Batak, dahulunya adalah hidup dan berasal dari suatu tempat yang sama.


Dikatakan nenek moyang kedua suku ini adalah dari 2 orang yang bersaudara, dan sering terjadi “senda gurau” untuk menyatakan masing-masing nenek moyang merekalah yang tertua. Cerita ini walau hanya sebuah cerita rakyat, tetapi cukup diyakini oleh sebagian masyarakat suku Komering. Walaupun banyak versi dan klaim tentang asal usul suku Komering, yang mana menurut orang Lampung, suku Komering adalah bagian dari suku Lampung. Sedangkan menurut orang Melayu, bahwa suku Komering adalah Melayu juga. Tetapi bagi suku Komering, mereka adalah mereka, Komering adalah Komering, bukan Melayu. Sedangkan dengan suku Lampung, mereka mengakui bahwa dengan suku Lampung mereka memang satu rumpun dan berasal dari suatu tempat yang sama.