1. TARI SAMBUT SEBIMBING SEKUNDANG



Merupakan tari tradisional masyarakat ogan komering ulu. Tari ini dapat ditarikan di dalam maupun di luar gedung. Tarian ini biasanya ditampilkan pada acara-acara tertentu seperti pada saat menyambut tamu-tamu kehormatan yang datang atau hari besar lainnya. Adapun gerak dan tarianya adalah gabungan dari lima suku yang ada di kabupaten ogan komering ulu. Sesuai dengan motto “Sebimbing Sekundang” artinya seiring sejalan saling bantu membantu di dalam melakukan sesuatu untuk menggapai keberhasilan.

2. TARI “NANGGOK”



Tari nanggok merupakan tari kreasi daerah yang mengambarkan tentang kebiasaan masyarakat pendesaan dalam mencari ikan, terutama pada saat musim ikan tiba. Tari ini bertemakan keceriaan. Dengan membawa peralatan tanggok serta hati yang penuh kecerian mereka beramai-ramai pergi kesungai, bahkan ada yang berprahu untuk menyeberang sungai. Peristiwa nanggok inilah yang digambarkan dalam karya tari kreasi yang tercermin melalui langkah dan kelincahan geraknya.


Kreografer : Ermayanti, SE
Penata Musik : Novian Rahardianto


3. TARI SAMBANG BERANGKAI



Sebuah tari kreasi yang mengambarkan kehidupan masyarakat pendesaan, tepatnya di daerah OKU. Samban adalah salah satu sarana untuk mengambil air yang terbuat dari bambu. Setelah kemajuan zaman alat ini jarang di pakai. Dalam gerakan tari terlihat seolah-oleh merekan pergi ke sungai mengambil air sambil bersenda gurau merangkaikan sambang menjadi sebuah pancuran yang sering dibuat oleh masyarakat dessa untuk mengalirka air dari pegunungan.


Kreografer : Ermayanti, SE
Penata Musik : Novian Rahardianto


4. TARI RENTAK PINGGAN



Tari rentak pingan merupakan tari garapan baru yang sangat lincah dan unik yang dibawakan oleh pasanagan remaja putra dan putri. Kelincahan para penari ini adalah menggambarkan tupai (bajing) yang pandai melompat melonggok kesana kemari dari tempat yang satu ketempat yang lain, mereka seolah-olah bermain dan saling bekejaran (begelut) bermain diatas kendi dan piring. Dalam gerakan tari ini ditambah dengan memainkan piring yang diberi lilin, karena tarian ini sering ditampilkan pada malam hari. Tari ini ditarikan oleh 10 orang penari yang terdiri dari 6 orang penari wanita dan 4 penari pria. Para penari menggunakan piring dan kendi sebagai peralatannya dan saat terakhir dalam tarian kendi tersebut dipecahkan.



5. TARI ELANG KEMIBAR



Elang kemibar adalah burung elang yang sedang mengembangkan sayapnya terbang di alam bebas. Elang kemibar merupakan jelmaan seorang putri yang cantik jelita yang bisa merubah dirinya menjadi seekor burung elang. Tari ini mengambarkan tingkah laku atau gerak-gerik burung elang yang diperagakan oleh gadis-gadis yang sedang bermain di suatu tempat. Tanpa sepengetahuan mereka tiba-tiba datanglah seorang putri yang cantik jelita yang sedang merubah dirinya menjadi seekor burung elang yang ikut bergabung menari bersama meraka. Akhirnya burung elang jelmaan putri cantik tersebut dinamakan putri elang kemibar. Cerita ini terdapat disebuah dusun di kabupaten ogan komering ulu yaitu dusun iliran.


Koreografer : Ermayanti, SE
Penata Musik : Novian Rahardianto, DKK


6. TARI ISEK’AN



Tari ini merupakan tari gerapan yang di ilhami dari kehidupan masyarakat OKU yang agraris, diaman sebagian besar masyarakat hidup dari bertani. Semangat juang yagn tak kenal lelah mereka bangun demi terciptanya suasembada pangan. Dibawah terik matahari membakar, mengetam sejumput padi digemggaman, dipukulkan ke kayu gebotan rontok padi dari tangkai. Ada yang ariti rumpun-rumpun dan menumpuknya dipematang sawah dan ada juga yang mengisek gabah menjadi bersih. Itulah aktivitas petani dikala panen tiba.



7. TARI BURAMOS



diambil dari bahasa daerah komering yang artinya menjamah (Menangkap) ikan dengan menggunakan alat tanggok. Peristiwa menjamah inilah yang mengambarkan dalam tarian ini. Tari ini merupakan tari kreasi baru yang mencerminkan semua potensi seni yang hidup dan berkembang di OKU. Adapun gerak tari BURAMOS ini, gabungan beberapa seni budaya yang ada di OKU, Baik yang asli maupun serapan dar luar. Tari ini ditarikan oleh beberapa orang gadis dengan kelincahan jari-jari tangan mempermainkan Tanggok tersebut, dengan diiringi alat musik Tradisional.


Karya pertama dari ibu Ermayanti, SE
Dibuat pada tahun 1992


8. TARI KIPAS TINDAIAN (KREASI)



Tindaian mempunyai arti yaitu : Pujaan Hati


Tari ini adalah tari kreasi yang menceritakan tentang pergaulan muda-mudi pada saat pesta pernikahan. Sudah menjadi kebiasaan di desa tempatnya di daerah ogan, dalam pesta pernikahan muda-mudi harus duduk terpisah dengan istilah Ningkuk, mereka hanya dapat berkenalan dengan cara bersurat-suratan untuk memilih pujaan hati. Namun sebelum gayun bersambut terlebih dahulu mereka memandang dari kejauhan, mengintip dari balik kipas.


9. TARI BECANDE



Becande yang mempunyai arti kata bermain tari ini merupakan tari gerapan baru. Ungkapan kegembiraan pada gadis remaja, yang dituangkan melalui gerak tari yang cukup dinamis dan lincah, dimana setiap langkah akan membawa kita kesuasanaan gembira. Adapun irama musik yang cukup harmonis sangat memberikan sentuhan yang serasi dengan gerak tari.


10. TARI JOGED BEKHAYAU



Bekhayau artinya datang bertamu biasanya peristiwa ini merupakan suatu kelanjutan dari perkenalan yang telah terjadi. Joged bekhayau merupakan adat pergaulan muda-mudi terutama bagaimana adap bujang yang datang bertamu kerumah gadis dan cara gadis menerimahnya. Tari ini mengambarkan keceriaan muda mudi dalam bergaul, karena di setiap gerak dan langkah yang mereka lakukan memperlihatkan ungkapan perasaan mereka dalam mengutarakan isi hati sebagai isyarat saling menyukai antara satu dengan yang lainnya.


11. TARI SAMBUT NGARAK


Tari ini merupakan tari tradisional ogan komering ulu, yang diperagakan oleh 8 (Delapan) penari dan diiringi oleh pengawal dan pemegang payung. Tari ini dapat digelar dalam gedung, maupun di luar gedung, gerak tarinyapun midifikasi dari gerak tarian yang ada di kecamatan dalam kabupaten OKU. Sesuai dengan motto sebimbing sekundang yang artinya, berjalan seiring saling bantu membantu dalam melaksanakan sesuatu untuk mencapai keberhasilan.


12. TARI RAMPAK ZAPIN REBANA


Rampak zapin rebana merupakan tari kreasi baru yang bernapaskan islam yang mempunyai gerak yang cukup dinamis dan lincah, dimana para remaja asik memainkan rabana bersaut-sautan yang dipadu dengan gerak zapin. Tari ini adalah gambaran para remaja santri yang mengisi waktu singgang setelah pulang dari surau.


13. TARI NGIMBANG TINDAIAN (TRADISI)


Tari ngimbang tindaian merupakan tari tradisi dari kecamatan pengandonan. Tindaian berarti memilih pujaan hati, tari ini biasa ditarikan pada saat pesta pernikahan. Dalam pesta itu muda mudi mencari pasangan/pujaan hatinya. Namun sudah menjadi kebiasaan di daerah tersebut mereka tidak langsung berkenalan tetapi dengan cara memilih pujaan hatinya dengan cara mengintip balik kipas, setelah itu baru berkenalan melalui surat-suratan.


14. TARI NYAMBAI (Yang berarti pergaulan)


Tari nyambai ini merupakan tari kreasi yang diangkat dari acara muda-mudi, (Malam Gembira) adat perkawinan ranau. Tari ini mempunyai gerak yang cukup dinamis dan lincah. Secara berpasangan mereka mengungkapkan rasa saling gembira dan penuh kasih.


Penata tari: Ermayanti, SE
Penata musik: Cristanto, SM


15. TARI BERENDAI


Berendai berasal dari kata andai-andai yang pada jaman lampau merupakan suatu sarana dan acara bujang gadis berkomunikasi. Kondisi jaman masa itu yang tidak sebebas sekarang, membuat para bujang gadis mengutarakan kata hatinya pada sang pujaan dengan memakai bahasa kiasan, klise dan tersimbolik melalui pantun. Kini dimodifikasikan dalam tembang daerah.


Pantun Berendai

Alangkan ilok humah susun
Bukak ibat nasi akhi
Kami ni datang jauh ndai dusun
Numpang betembang di badah ini


Amen pegi ke pasar baru
Halalah lupe membeli mangge
Selame mase orde baru
Jalanlah aspal sampai ketangge


Ikan belide ikan kelese
Dipaes dengan daun buluh
Kaum mude harapan bangse
Sukseskan gawi 97


De duhuk bebunge lalang
Untuk merebus daun ubi
Seilok budaye ukhang
Masehkan ilok bude dikhi


Kain ini kain ndai jedah
Bukak peti melipat kain
Oku betembang akankah sudah
Kite berenti ajung yang lain



16. LENGGANG SEBIMBING SEKUNDANG


Tarian ini merupakan tarian kreasi baru, modifikasi dari tarian becande. Mengekspresikan dinamika hidup dan kehidupan masyarakat OKU dalam mengapai cita-cita. Tergambar dalam lenggang sebimbing sekundang, seiring sejalan, senasib sepenanggungan oleh derak langkah lenggak tenggok bujang gadisnya.


Pantun tari lenggang sebimbing sekundang

Assalamu alaikum....
ndai belitang ke baturaje
ngundanglah kain ngundanglah selendang
kami datang nangun sengaje
numpang bemain lenggang sebimbing sekundang

sebimbing sekundang
bumi sebimbing sekundang
badahku sayang
di hiding aiyakh komering ugan

sebimbing sekundang
bumi sebimbing sekundang
ilok nian
nggok ku jaoh tebayang bayang

alangkan akap tenga dalu
sape pule ngatekan terang
mintala maap kami nak lalu
wan kamu bilang ukhang

Ari directore : Drs. Suhaimi bakri
Koreografer : Ermayanti HJ.
Music man : christanto SM.
Costom man : ny. Yinawati SH.


17. TARI “TASYAKUR” (TRADISI)


Tari ini mencerminkan kebiasaan di desa-desa pada saat bulan suci ramadhan tiba, tepatnya pada saat malam lailatul qadar, saat itu rumah di desa-desa memasang lilin di depan rumah mereka dan tak ketinggalan para gadis remaja keluar rumah dan berkumpul sambil bersenda gurau mereka menantikan malam yang penuh rahmat tidak ketinggalan para orang tua ikut bergimbara dengan “bedikir” memainkan gendang dan burdah sambil berpantun tanpa terasa hari sudah menjelang makan saur.


18. TARI NYELIMUT (TRADISI)


Tari nyelimut merupakan tari tradisi yang berasal dari daerah ogan kecamatan pengandonan Kabupaten Ogan komering Ulu. Diman tari ini ditarikan pada saat pengantin datang atau selesai arak-arakan. Tari tradisi nyelimut mengambarkan kasih sayang orang tua keluarga terhadap kedua mempelai, mereka bisa hidup rukun dan damai.


19. TARI NYELIMUT (KREASI)


Nyelimut merupakan tradisi atau adat yang ada di kabupaten ogan kemerig ulu, tepatnya di kecamtan pengandonan. Nyelimut melambangkan kasih sayang orang tua terhadap anak menantu yang akan menjalani mahligai rumah tangga supaya bisa hidup rukun dan damai. Tari nyelimut biasanya ditarikan pada saat pengantin datang atau selesai arak-arakan.


koreografer : Ermayanti

20. TARI MAPAK WARANG BESAN (menjemput besan)


Menjemput besan adalah bagian dari prosisi pernikahan. Rombongan mempelai laki-laki menuju ke diaman mempelai wanita. Rombongan di jemput oleh yang punya hajat yang dalam hal ini dijemput oleh penari dan pengawal. Untuk menuju ketempat acara yang sedang berlangsung.


21. TARI NGIBING


Tari ini merupan tari tradisi yang hidup dan berkembang di kabupaten ogan komering ulu. Tari ngibing merupakan tari pergaulan yang biasa dilakukan/ditarikan pada acara pernikahan maupun acara untuk menghibur tamu kehormatan. Para penari dengan lincahnya menghampiri warang besan pengantin maupun tamu-tamu kehormatan untuk diajak menari bersama, sembari memberikan sehelai selendang kepada tamu yang akan diajak ngibing. Dalam ikatan selendang tersebut sudah diisi uang untuk diberikan kepada penari. suatu kehormatan bagi penari apabila yang dihampiri mengabulkan permintaannya setelah selesai menari baru kemudian para penari mengantarkan tamu kembali ketempat semula.


Koreografer : Ermayanti, SE
Penata Musik : Novian Rahardianto, DKK


22. TARI SHAUNG BADAH


Sebuah cerita rakyat yang berasal dari kecamatan peninjauan, SHAUNG BADAH dapat di artikan putri penjaga atau penunggu candi. Cerita ini dikemas dalam bentuk tari, yang bertemakan patriottisme. Tari SHAUNG BADAH ini adalah gambaran seorang putri yang mempunyai sifat serta kemauan yang keras dan tangguh, dalam menghadapi serta memperjuangkan keinginannya untuk membangun sebuah candi di desa yang masyarakatnya tidak menginginkan candi itu berdiri. Namun berkat kegigihannya dan kemauan keras sang putri maka berdirilah sebuah candi di desa tersebut. Lalu sang putri berkata “akulah yang akan menunggu candi ini”. Sampai saat ini serpiahan-serpihan beserta puing-puing candi tersebut masih bisa kita jumpai. Penjaga atau penunggu candi dalam cerita SHAUNG BADAH, masyarakat setempat menyebutnya pahlawan peninjauan yang bernama PUTRI CANDI.


Koreografer : Ermayanti, SE

23. TARI NGIDANG PANJANG


Rangkaian adat perkawinan dan hari besar islam tepatnya di hari raya. Acara ngidang panjang masih tetap dilestarikan oleh masyarakat di kabupaten ogan komering ulu pada umunnya. Ngidang panjang mempunyai arti dan makna yang merupakan hidangan panjang yang terhamapr di tengah rumah, yang beranekaragam makanan khas daerah. Dulang yang digunakan sebagai tempat nasi dan tempat menghantarkan hidangan.


Koreografer : Ermayanti, SE

24. TARI NINTE’NG PEAYAKHAN


Ninte’ng peayakhan sebuah kata yang berarti menjinjing labu. Tari ini merupakan tari garapan baru yang dikembangkan dari gerak tari sambang, gambaran cara kehidupan masyarakat pedesaan tepatnya di daerah ogan. Peayakhan adalah salah satu sarana untuk mengabil air di sungai yang terbuat dari labu, setelah kemajuan zaman alat ini jarang dipakai. Dalam gerak tari yang cukup dinamis dan lincah terliahat seolah-olah meraka pergi ke sungai mengambil air sambil bersenda gurau memainkan labu.


25. TARI MAPAK BESAN/BETURUT


Tari mapak besan merupakan tari tradisi yang berasal dari daerah ogan kecamatan pengandonan Kabupaten Ogan Komering Ulu. Tari ini ditarikan pada waktu mempelai wanita diantar kerumah laki-laki (berturut) yang disebut nyambut mantu kemudian diselimuti dengan songket dan dibawah kedalam rumah melalui hamparan kain panjang yang merupakan jembatan menuju keluarga baru.


26. TARI PAGAR PENGANTIN KAB. OKU


Tari ini merupakan tari kreasi baru yang mengambarkan kebahagian dari seluruh keluarga dan sahabat-sahabat kedua mempelai, rasa bahagia dan keharuan berbaur menjadi satu, bahagia karena sahabatnya telah mendapat jodoh idaman hati. Haru karena sejak saat ini sahabatnya tak dapat bersama lagi, bersenda gurau seperti saat-saat bujang dan gadis. Seiring lemah gemulainya gerak penari teriring doa buat sahabatnya semoga hidup bahagia hingga akhir hayatnya.


27. TARI TABUR BERAS KUNYIT


Tari ini merupakan rangkaian adat perkawinan yang mana kedua mempelai diarak. Serta didampingi oleh orang tua beserta keluarga terutama warang besan. Menuju ketempat acara. Dimana kedua mempelai dan beserta keluarga serta warang besan meraka disambut dengan tari tabur beras kunyit.


28. TARI ADANGAN (TRADISI)


Dang adangan adalah bagian dari prosesi pernikahan adat ogan, rombongan dari mempelai laki-laki menuju kediaman mempelai wanita, setibanya di depan kediaman (rumah) mempelai wanita, rombongan dihadang oleh keluarga mempelai wanita sambil nembang (berendai).


29. TARI OKU CEMERLANG SUMSEL GEMILANG


Kegembiraan, kebahagian, serta cermelang masyarakat OKU yang dipercaya sebagai tuan rumah MTQ 2012, inilah gambaran dari bentuk tari yang bertemakan religius dalam sum-sel gemilang. Bentuk tari cukup dinamis dan penuh makna, cerminan dari generasi muda yang penuh semangat dalam menggapai keberhasilan segala bidang. Generasi muda yang tak pernah lelah serta putus asa dalam memajukan dan membangun daerah.


Koreografer : Ermayanti, SE

MAKNA DAN FUNGSI TARI NANGGOK

Kesenian menjadi wahana penting media hiburan, salah satunya kesenian dalam bidang tarian. Tari sebagai satu hiburan menekankan fungsi utamanyan pada terjadinya komunikasi dengan mudah antara penonton dengan materi tari serta penarinya, karena denga fungsinya hanya menghibur. Makanya sajian tari itu harus mudah dicernah, memancing kegembiraan menimbulkan suasana yang akrab. Tari nanggok merupakan salah satu tari daerah yang cukup menghibur para penonton yang menyaksikannya, sehingga para penonton dapat memperoleh kepuasan batin setelah melihat pertunjukanny, peranan ekspresi penari dalam menarikan tari ini untuk membangun suasana yang menghibur penonton sangat diperlukan.


Dalam kehiduapan sehari-hari manusia mengekspresikan diri bergantung pada situasi pisiklogis, yang bersangkutan terutama dalam menghadapi masalah ekspresi diri manusia secara umum berbeda dengan ungkapan ekspresi di dalam tari, perbedaannya adalah ekspresi tari nanggok. Semua yang berhubungan dengan perubahan pisikologis pembawa suatu karakter memiliki keterbatasan cara mengungkapkannya.


Tari nanggok merupakan tari kreasi daerah yang saya ciptakan pada tahun 2009. Pernah di lombahkan dalam acara pestival tari dan lagu sumatera selatan. Alhamdulilllah kabupaten OKU mendapatkan juara umum. Peyaji tari terbaik sumatera selatan, kreografer terbaik sumatera selatan. dan dilombakan lagi pada tahun 2011 dalam acara yang sama dan mendapatkan penghargaan yang sama bahkan tari nanggok pernah mewakili sumatera selatan di tingkat nasional dalam acara parade tari tingkat nasional di TMII jakarta serta mengisi acara pagelaran seni kabupaten OKU di kota surabaya.


Tari nanggok adalah tari yang tumbuh dan berkembang di kabupaten ogan komering ulu yang ditarikan oleh sekelompok remaja putri dengan menceritakan kehidupan masyarakat yang bertempat tinggal di pingiran sungai dalam menjalankan kegiatan sehari hari, diantaranya mereka berjejer di pinggir sungai bahkan ada yang berperahu yang menyeberang sungai untuk mendapatkan hasil dengan apa yang mereka cari. Seperti ikan dan udang sungai, tanggok adalah nama sebuah alat yang digunakan masyarakat setempat untuk mencari ikan di sungai dan alat ini terbuat dari rotan yang di anyam.


Bentuk penyajian tari nanggok merupakan sebuah gambaran dan situasi yang sedang terjadi ketika proses pelaksanaan pertunjukan dalam sebuah pementasan berlangsung. Tari nanggok merupakan sebuah bentuk pertunjukan yang dilakukan oleh masyarakat ogan komering ulu dalam berbagai macam acara, disesuaikan dengan kebutuhannya, bentuk penyaji tari nanggok memiliki relavasi antara tradisi penggunaan alat tradisional yang ada di Kabupaten Ogan Komering Ulu dari proses penciptaannya. Tari nanggok merupakan tari kreasi daerah yang mempunyai cerita cara kehidupan masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ulu. Banyak sekali budaya-budaya yang telah di turunkan oleh orang-orang terdahu mereka ingin penerusnya untuk dapat menjaga serta melestarikan apa yang mereka tinggalkan untuk anak cucu mereka, apalagi dalam mempergunakan peralatan-peralatan tradisional, dengan memiliki banyak kegunaan tetapi tetap memiliki fungsi yang tidak kalah dengan peralatan yang canggih dan modern (terbaru).


Kabupaten Ogan Komering Ulu memiliki beberapa bentuk kesenian diantaranya seni musik dan seni tari, seni musik yang terdapat pada masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ulu seperti Gitar Tunggal, Musik Tradisional Melayu Jelihiman sedangkan kesenian yang sering dibawahkan dan sering disajikan adalah seni tari yang diiringi dengan musik tari sebagai penunjang penampilan tari. Pada seni tari yang terdapat pada masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ulu saat ini sudah mulai berkembang dengan adanya tarian-tarian yang baru diciptakan dan banyak digunakan oleh masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ulu. Tari nanggok dalam penyajiannya dikenal oleh masyarakat sebagai tarian hiburan yang siap disajikan dalam berbagai acara, seperti acara pernikahan, sebagai sarana hiburan dan sebagai penyambut tamu undangan di berbagai acara. Tari nanggok berfungsi sebagai tari hiburan masyarakat dalam sebuah pertunjukan, baik dalam pesta pernikaha atau acara hiburan ketika tamu datang. Bentuk kesenian yang sering disajikan atau dibawakan adalah seni tari tradisi. Seni tari tradisi yang disajikan pada acara penyambutan tamu di masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ullu adalah tari sambut sebimbing sekundang, sedangkan bentuk tari tradisi yang disajikan pada acara perkawinan sebagai tarian untuk menyambut pengantin adalah tari pagr pengantin. Banyak sekali taria-tarian yang terdapat di Kabupaten Ogan Komering Ulu.


Pada awalnya saya ciptaka tarian ini berangkat pada ide dasar tarian yang berorentasi disekitar perairan sungai ogan yang memiliki relevansinya terhadap aktifitas masyarakat dalam melakukan kegiatan di sungai yang terhujud dari gerak tari, tata busana, iringan musik, tari, tata rias property, dan seluruh pendukung yang terlibat secara Visual yang terjalin dalam sutu bentuk penyajian tersebut di tampilkan diatas pentas sesuai kebutuhan dalam perkembangannya, tari ini difungsikan menjadi banyak fungsi sesuai kebutuhannya, secara akumulasi, fungsi tari masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ulu diperuntukan untuk acara keagamaan yaitu halal bilhalal, upacara yang berkaitan dengan peristiwa alamiah yang berhubungan dengan masyarakat lingkungannya.


Ermayanti, SE